<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PUSKOWANJATI</title>
	<atom:link href="http://www.puskowanjati.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.puskowanjati.com</link>
	<description>Bersama kita bisa, dengan tanggung renteng kita jaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Feb 2010 02:03:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Puskowanjati Gelar Pelatihan Telesenter Gelombang II</title>
		<link>http://www.puskowanjati.com/?p=614</link>
		<comments>http://www.puskowanjati.com/?p=614#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 06:38:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puskowanjati.com/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan untuk pengelola telesenter digelar kembali oleh Puskowanjati  pada 2 – 4 Pebruari lalu. Sasaran pelatihan ini adalah  primer penerima program telesenter tahap kedua. Mereka adalah pengelola telesenter dari Kopwan Mawar Putih – Malang, Srikandi- Prigen , Kencono Wungu – Mojokerto dan Kartini Mandiri – Batu. Tapi dalam pelatihan ini juga ada yang dari primer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignright size-full wp-image-618" title="pelatihan bph di pusko" src="http://www.puskowanjati.com/wp-content/uploads/2010/02/pelatihan-bph-di-pusko.JPG" alt="pelatihan bph di pusko" width="216" height="162" />Pelatihan untuk pengelola telesenter digelar kembali oleh Puskowanjati  pada 2 – 4 Pebruari lalu. Sasaran pelatihan ini adalah  primer penerima program telesenter tahap kedua. Mereka adalah pengelola telesenter dari Kopwan Mawar Putih – Malang, Srikandi- Prigen , Kencono Wungu – Mojokerto dan Kartini Mandiri – Batu. Tapi dalam pelatihan ini juga ada yang dari primer penerima Telesenter tahap pertama. Mereka dari Kopwan Wanita Mandiri- Cepu dan Citra Lestari – Lawang.<span id="more-614"></span></em></p>
<p>Seperti pelatihan pada penerima telesenter gelombang pertama, mereka diajak untuk lebih jauh mengenal tentang dunia maya. Dalam hal ini mereka dikenalkan tentang manfaat akses internet. Tentu saja tidak hanya teori atau pengajaran dalam kelas, mereka juga diajak untuk mempraktekannya di Telesenter Puskowanjati. Tidak itu saja mereka juga dilatih dalam pembuatan web site walaupun secara sederhana.</p>
<p>Dalam pelatihan selama 3 hari ini mereka juga diberi pelatihan tentang pengelolaan sebuah warnet yang dipandu oleh Tim dari Waroenk Internet. Tim yang terdiri dari 3 personil dan telah berpengalaman dalam mengelola Warnet ini  tidak hanya memaparkan tentang berbagai renik pengelolaan warnet tapi juga sampai pada tahap pembuatan bisnis plan. Termasuk bagaimana melakukan chaneling untuk pengembangan selanjutnya.</p>
<p>Chaneling ini tentu saja dibutuhkan, mengingat dalam program telesenter ini, bukan saja  sebagai sebuah bisnis warnet. Tapi dalam program telesenter ini juga ada misi pemberdayaan yang diembannya. Karena bagaimanapun, World Bank sebagai founding dari program ini sangat berharap agar telesenter bisa berkembang sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui teknologi informasi. Itulah sebabnya dalam program ini, telesenter juga diwajibkan mengadakan pelatihan secara periodik sesuai dengan kebutuhan masyarkat disekitarnya.</p>
<p>Terkait dengan fungsi sosial dari telesenter tersebut, para pengelola telesenter juga dilatih tentang social interpreneurship. Dengan bekal tersebut diharapkan nantinya para pengelola bisa mengembangkan telesenternya secara mandiri tanpa harus meninggalkan fungsi sosialnya. Disamping itu para pengelola juga bisa mensinergikan semua potensi yang ada didaerahnya untuk pemberdayaan masyarakatnya. Termasuk dalam hal ini turut mengembangkan dan memasarkan produk unggulan yang ada didaerahnya. Untuk itulah telesenter-telesenter Puskowanjati yang sudah berdiri ini akan saling tekoneksi. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puskowanjati.com/?feed=rss2&amp;p=614</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangat Belajar</title>
		<link>http://www.puskowanjati.com/?p=609</link>
		<comments>http://www.puskowanjati.com/?p=609#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 06:15:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puskowanjati.com/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[Hujan turun deras membasahi kota Cepu, pada hal pelatihan dasar komputer gratis akan dimulai pada pukul 14.00 Wib. Badan pengurus harian (BPH) Cepu Telecenter harap-harap cemas akan kedatangan mereka. Jarum jam pun sudah menunjukkan pukul 14.00 Wib, tapi mereka juga belum datang ke tempat pelatihan, “mereka datang gak ya?” ujar salah satu BPH Cepu Telecenter.
Pukul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignright size-full wp-image-610" title="cepu semangat" src="http://www.puskowanjati.com/wp-content/uploads/2010/02/cepu-semangat.jpg" alt="cepu semangat" width="216" height="162" />Hujan turun deras membasahi kota Cepu, pada hal pelatihan dasar komputer gratis akan dimulai pada pukul 14.00 Wib. Badan pengurus harian (BPH) Cepu Telecenter harap-harap cemas akan kedatangan mereka. Jarum jam pun sudah menunjukkan pukul 14.00 Wib, tapi mereka juga belum datang ke tempat pelatihan, “mereka datang gak ya?” ujar salah satu BPH Cepu Telecenter.<span id="more-609"></span></em></p>
<p>Pukul 14.25 Wib hujan bertambah deras. Dari kejauhan tampak anak-anak mengayuh sepeda menuju Cepu Telecenter. Semakin lama semakin mendekat, dan tak disangka mereka ternyata peserta pelatihan dasar komputer gratis. Tak lama kemudian, mereka langsung memarkirkan sepeda mereka di halaman kantor, dan membuka baju mereka yang basah kuyub serambi berkata “maaf mbak, kami telat”.</p>
<p>Sambil mengeringkan badannya dan menyeka raut muka, mereka antri masuk ke dalam ruangan pelatihan, dan duduk didepan computer, satu computer terdiri dari dua orang peserta. Peserta kali ini berjumlah 12 orang, yang terdiri dari: Wahyu, Haris, Fauzan, Aldi, Adis, Antok, Rayhan, Nugi, Rizal, Dimas, Mella dan Putri. Mereka semua merupakan siswa SD Negeri 8 Cepu.</p>
<p>Pukul 14.30 Wib, pelatihan dimulai oleh BPH Cepu Telecenter Veronica Puji Astuti. Dia mengawali pelatihan dengan memperkenalkan perangkat computer dan kegunaannya, hal ini bertujuan untuk menambah pengetahuan para peserta pelatihan agar mereka tahu hubungan antara perangkat yang satu dengan yang lainya. Kemudian dilanjutkan pelatihan Microsoft office word, disini para peserta pelatihan diajarkan cara mengetik, membuat kolom, penandaan dan penomoran, autoshapes, word art, clip art dan membuat kolom Koran. Para peserta tampak antusias sekali mengikuti pelatihan ini, walaupun tanpa baju, karena baju mereka terpaksa di copot dan di jemur.</p>
<p>Pelatihan computer hampir selesai, sebab waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 Wib, bahkan diantara peserta telah dijemput oleh orang  tuanya. Tapi mereka berjanji akan datang lagi untuk megikuti pelatihan computer.</p>
<p>Bangga, itulah perasaan yang di rasakan oleh BPH Cepu Telecenter. Sebab mereka tidak menyangka akan kedatangan peserta pelatihan yang begitu bersemangat, walaupun dalam keadaan hujan deras yang sekali-kali dikejutkan dengan petir yang cukup keras. Berjuang, berjuang lah penerus generasi bangsa. Tuntutlah ilmu setinggi bintang di langit. <em>(sumber : <a href="http://ceputelecenter.wordpress.com/2010/01/23/semangat-belajar/" target="_blank">http://ceputelecenter.wordpress.com/2010/01/23/semangat-belajar/</a>)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puskowanjati.com/?feed=rss2&amp;p=609</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gebyar Kopwan Jadi Pilot Percontohan Nasional</title>
		<link>http://www.puskowanjati.com/?p=605</link>
		<comments>http://www.puskowanjati.com/?p=605#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 03:34:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puskowanjati.com/?p=605</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi Jawa Timur bikin gebrakan. Kini program penumbuhan Kopwan disetiap desa akan diadopsi jadi program nasional. Tentu saja bila program ini memang dianggap berhasil.
Pendopo Kabupaten Blitar bergemuruh oleh suara tawa dan tepuk tangan saat Wagub Jatim, Syaifullah Yusuf  berada di podium. Apa yang dilontarkan dan gaya berkomunikasinya membauat suasana menjadi cair dan penuh keakraban. Itulah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Lagi-lagi Jawa Timur bikin gebrakan. Kini program penumbuhan Kopwan disetiap desa akan diadopsi jadi program nasional. Tentu saja bila program ini memang dianggap berhasil.<span id="more-605"></span></em></p>
<p align="left">Pendopo Kabupaten Blitar bergemuruh oleh suara tawa dan tepuk tangan saat Wagub Jatim, Syaifullah Yusuf  berada di podium. Apa yang dilontarkan dan gaya berkomunikasinya membauat suasana menjadi cair dan penuh keakraban. Itulah suasana yang berhasil dibangun sosok yang akrab dipanggil Gus Ipul pada acara Temu Kopwan Baru bersama Wakil Gubernur Jatim pada 24 Januari lalu.</p>
<p align="left">Acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Blitar ini menghadirkan sekitar 500 undangan. Sebagian besar dari mereka adalah para pengurus Kopwan yang baru dibentuk di Kabupaten Blitar seiring dengan program penumbuhan Kopwan disetiap desa. Selain itu kursi undangan juga nampak dipenuhi oleh pendamping dari Puskowanjati.</p>
<p align="left">Acara temu dengan Wakil Gubernur ini sedianya dijadwalkan pukul 14.00. Sementara undangan dijadwalkan datang pada pukul 12.00 dan ternyata sejak pukul 11.00 mereka sudah berdatangan. Padahal Wakil Gubernur,baru datang sekitar pukul 15.00. Kondisi inilah yang membuat suasana agak resah karena tidak tersedia makan siang. Tapi kondisi itulah yang justru menjadi bahan guyonon oleh Wagub sehingga suasana menjadi cair penuh keakraban.</p>
<p>“Kalau dulu saya dan Pak Karwo mencari suara untuk bisa menjadi gubernur dan wakil gubernur. Sekarang saya dan Pak Gubernur kembali keliling mencari tim sukses untuk mensukseskan pembangaunan yang ada di Jatim. Maka saya ingin mengajak yang hadir untuk menjadi tim sukses. Untuk itu supaya iklas dan tidak mengeluh sepulang dari sini, sebagai konsekuensi menjadi tim sukses,maka saya harus bisa mengganti kelaparan bapak-ibu sekalian. Jangan sampai ada persepsi buruk karena Pak Wagup menelantarkan undangan….,” canda Gus Ipul yang disambut tawa dan tepuk tangan dari yang hadir.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Wagub Jatim juga memaparkan tentang latar belakang program satu desa satu Kopwan yang digagas Pak Karwo. Dikatakannya, gagasan itu muncul setelah melihat bahwa kesuksesan seorang suami karena disampingnya ada istri yang hebat. Istri juga mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam keluarga. Sehingga muncul pemikiran bagaimana memberdayakan perempuan. Memang selama ini sudah banyak kegiatan kewanitaan. Tapi dukungan terhadap keberadaan koperasi wanita masih belum memadai. Padahal keberadaan Kopwan bisa menjadi salah satu sarana pemberdayaan wanita. Diantaranya dengan memberikan dukungan permodalan untuk menumbuhkan usaha. Sehingga bisa menunjang peningkatan penghasilan keluarga.</p>
<p>“Kalau program ini sukses, maka pada 2011 permodalan akan kita tambah kepada semuanya secara merata. Makanya mari kita suksesan program ini secara bersama-sama. Kalau ini sukses, nanti akan dijadikan program nasional. Sehingga akan ada alokasi dana dari APBN lewat Kementrian Koperasi dan UMKM. Ini program pertama kali dan satu-satunya di Indonesia. Maka perlu dukungan kita semua agar nantinya yang menikmati bisa lebih banyak lagi. Di Jawa Timur sendiri, kita nanti minta dukungan DPRD agar anggarannya bisa lebih besar lagi,” tukasnya.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut Bp Syaifullah Yusuf, Wagub Jatim juga menyampaikan hasil survey BPS pada September 2009. Dikatakannya, saat ini masih ada sekitar 3 juta rumah tangga miskin.  Dari jumlah tersebut 493 ribu diantaranya tergolong rumah tangga sangat – sangat miskin. Mereka ini kebanyakan berada di wilayah tapal kuda. Kemudian sekitar 1,2 juta rumah tangga miskin tapi masih bisa diberdayakan. Sedang untuk rumah tangga yang hampir miskin tercatat sekitar 1,3 juta. Untuk mengatasi permasalahan ini salah satu yang diperlukan adalah peran koperasi, UKM-UMKM dan khususnya koperasi wanita. Harapannya, dengan penumbuhan Kopwan disetiap desa ini bisa mengangkat kesejahteraan mereka agar menjadi lebih baik.</p>
<p>Sebelum kedatangan Wagub Jatim, diadakanlah acara dialog. Sedang sebagai nara sumbernya adalah Bp Braman Setyo (Kepala Dinas Koperasi &amp; UMKM Jatim), Ibu Yoos Lutfi (Ketua Puskowanjati),  Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kab Blitar,  Dekopinda Kab Blitar.  Pada kesempatan tersebut, Bp Braman Setya menyampaikan jumlah Koperasi Wanita memang hanya 3% dari jumlah koperasi yang ada. Tapi secara kualitas, keberadaan Koperasi Wanita lebih menonjol. Hal ini telah dibuktikan oleh Puskowanjati bersama primer-primernya.</p>
<p>Sedang Ibu Yoos Lutfi kembali menegaskan tentang status hibah. Dikatakannya dana hibah sebesar Rp 25 juta per Kopwan itu harus dikelola dan dikembangkan. Istilah hibah, itu melekat pada lembaganya sedangkan dari koperasi pada anggotanya sifatnya pinjaman yang harus dikembalikan. Sehingga modal awal Rp 25 juta itu bisa terus diputar dan bisa bermanfaat pada masyarakat yang lebih banyak lagi.</p>
<p>Dalam tahun 2009, Kabupaten Blitar telah membentuk 109 Kopwan yang berada disetiap desa.  Sedang untuk mendampingi Kopwan tersebut, Puskowanjati menurunkan 28 pendamping yang berasal dari Kopwan Citra Lestari, BAM dan Kopwan SBW-Malang. Mereka inilah yang memenuhi ruangan pendopo Kabupaten Blitar saat digelarnya acara temu Wagub</p>
<p>Di Kecamatan Kanigoro misalnya, saat ini telah terbentuk 9 Kopwan dari 12 desa yang ada. Salah satunya Kopwan Cahaya Pertiwi yang berada di Desa Gogodeso. Seperti yang disampaikan oleh Ketuanya bahwa Kopwan ini berasal dari kelompok pemberdayaan perempuan yang sudah ada sebelumnya. Sedang keanggotaanya, kini mencapai 50 perempuan yang tersebar di setiap pedukuhan. “Kami ingin berkembang. Untuk itu kami ingin menjadi anggota Puskowanjati agar selalu mendapat pendampingan,” ujar Ketua Kopwan Cahaya Pertiwi yang juga istri Kepala Desa Gogodeso saat acara dialog yang digelar sebelum kedatangan Bp Syaifullah Yusuf, Wagub Jatim.</p>
<p>Pada kesempatan lain, Bp Bambang, Kepala Dinas Kop dan UMKM Kabupaten Blitar  mencoba memotivasi para pengurus Kopwan dengan akan diadakannya lomba.</p>
<p>“Silahkan masing-masing desa berpacu dalam prestasi. Nanti setiap tahun akan dilombakan,”ujarnya saat mengadakan tatap muka dengan pengurus Kopwan yang ada di Kecamatan Kanigoro.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama Bp Sutik, Ketua Dekopinda Kabupaten Blitar juga memotivasi para pengurus Kopwan tersebut. Disampaikannya, agar semua pengurus Kopwan tak segan-segan menyampaikan ide kreatif tentang berkoperasi. Kalau selama ini koperasi hanya identik dengan tempat meminjam. Maka di Kopwan ini jadikan yang beda. Dari hasil penelitian, koperasi yang sesuai dengan jatidirinya adalah seperti yang dilakukan Puskowanjati. Mari kita tunjukan kinerja kita seperti yang dilakukan Puskowanjati,” tandasnya.</p>
<p>Diharapkan juga, apa yang telah dilakukan Kopwan Cahaya Pertiwi bisa menjadi contoh bagi Kopwan lainnya. Di Desa Gogodesa ini telah banyak berdiri industri rumahan mulai dari makanan olahan hingga kerajinan. Untuk itu kehadiran Kopwan bisa memberikan solusi bagi mereka dalam masalah permodalan. Bahkan didesa ini diharapkan nantinya akan bisa terbentuk klauster-klauster. Sehingga dengan partisipasi seluruh warganya, ekonomi desa inipun bisa bergerak. Pada akhirnya akan terjadi peningkatan kesejahteraan. <em>(gt)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puskowanjati.com/?feed=rss2&amp;p=605</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rp 6 M Dari APBD Untuk Dekopinwil</title>
		<link>http://www.puskowanjati.com/?p=595</link>
		<comments>http://www.puskowanjati.com/?p=595#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 03:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puskowanjati.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Inilah pertama kali Dekopinwil mendapat alokasi dana sebesar Rp 6 milyar dari APBD. Demikian yang diungkap Bp Mardjito, Ketua Dekopinwil Jatim dalam sambutan pembukaan Rakor Dekopinwil di Hotel Utama 7 Januari. “Seumur-umur baru tahun ini kita mendapat alokasi dana dari APBD Prop Jatim sebesar Rp 6 milyar. Semoga ini bisa terus berlansung dan selamanya,” ujarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignright size-full wp-image-597" title="jatimkop 1" src="http://www.puskowanjati.com/wp-content/uploads/2010/02/jatimkop-11.JPG" alt="jatimkop 1" width="216" height="162" />Inilah pertama kali Dekopinwil mendapat alokasi dana sebesar Rp 6 milyar dari APBD. Demikian yang diungkap Bp Mardjito, Ketua Dekopinwil Jatim dalam sambutan pembukaan Rakor Dekopinwil di Hotel Utama 7 Januari. “Seumur-umur baru tahun ini kita mendapat alokasi dana dari APBD Prop Jatim sebesar Rp 6 milyar. Semoga ini bisa terus berlansung dan selamanya,” ujarnya yang disambut tepuk tangan dari yang hadir.</em><span id="more-595"></span></p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Bp Mardjito juga berharap hal sama terjadi di Dekopinda, Bagaimana diupayakan agar setiap Dekopinda juga mendapat alokasi dana dari APBD daerahnya masing-masing. Alokasi dana tersebut sebagai bukti kepercayaan yang diberikan kepada Dekopinwil maupun Dekopinda. Untuk itu jangan ciderai kepercayaan tersebut  dengan kepentingan-kepentingan lain yang pada akhirnya justru akan merugikan gerakan koperasi kedepan..</p>
<p>Dalam sambutannya, Ketua Dekopinwil Jatim juga menyampaikan tentang hasil Rapat Anggota Luar Biasa (RALB)  Dekopin. Dimana dalam acara yang digelar pada Desember lalu itu, terpilih Bp Nurdin Halid sebagai Ketua Umum dan Bp Adi Sasono sebagai Ketua Dewan Penasehat. Sehingga permasalahan dua kepemimpinan yang terjadi di Dekopin sebelumnya bisa diselesaikan.  Saat itu Ketua Umum terpilih juga menyampaikan bahwa pengukuhan perangkat Dekopin akan dilaksanakan di Jawa Timur. Maksud tersebut nampaknya juga telah disetujui oleh Gus Ipul, Wakil Gubernur Jatim.</p>
<p>Kepada Wakil Gubernur Jawa Timur, Dekopinwil juga telah menyampaikan tentang rencana penyelenggaraan Harkopnas di Jawa Timur.  Dalam hal ini Gus Ipul telah menyetujui ada 5 tempat sebagai alternatif lokasi penyelenggaraan. Tempat tersebut adalah Sidoarjo, Jombang, Pasuruan, Gesik dan Bangkalan. Kelima tempat ini akan dikaji lebih mendalam tentang kelebihan dan kekurangannya. Karena bagaimanapun dalam acara tersebut, seperti biasa akan dihadiri oleh Presiden beserta kabinetnya. Disamping itu tamu atau utusan dari berbagai propinsi juga akan berdatangan.” Kami yakin dengan kekompakan kita, rencana ini akan bisa berjalan,” ujar Bp Mardjito.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Ketua Dekopinwil ini juga menyoroti tentang maraknya koperasi simpan pinjam didaerah-daerah yang dalam operasionalnya telah mengabaikan jatidiri koperasi. “Mari kita ajak mereka agar berkoperasi sesuai dengan jatidiri koperasi. Untuk menangani masalah ini juga telah kami sampaikan pada Gubernur. Dalam hal ini Dekopinwil mengusulkan agar dibentuk satu tim yang terdiri dari Dinas dan Dekopinwil untuk meluruskan koperasi yang demikian,” tandasnya.</p>
<p>Tapi lanjutnya untuk mengatasi hal tersebut terkendala pada landasan aturan yang belum jelas. Sebetulnya  Gubernur Jatim sudah menghimbau pada dinas seluruh kabupaten  maupun kota untuk membentuk tim yang terdiri dari Dinas dan Dekopinda. Namun masalahnya lagi, belum semua daerah membentuk Dinas Koperasi. “Semestinya pra koperasi untuk menjadi koperasi kewenangannya pada Dekopinwil  dan Dekopinda. Setelah siap baru diserahkan ke pemerintah untuk peresmian pembentukannya. Karena yang ada di Dekopinwil dan Dekopinda itu terdiri dari para pengurus koperasi,” usulnya.</p>
<p>Apa yang disampaikan Bp. Mardjito tersebut juga mendapat tanggapan dari Dinas Koperasi dan UMKM yang diwakili Bp Sularso. Pada sambutannya, Bp Sularso meminta pada Dekopin agar menyikapinya secara arif. “KSP yang operasionalnya seperti bank titil. Dalam RUU perkoperasian,  LKM seperti itu jelas tak diijinkan. Ini perlu dicermati dan disikapi. Pada saat rapat anggota kalau memang bunganya terlalu tinggi maka kalau perlu harus diturunkan saat itu,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut juga disampaikan, kedepan kerjasama antara Dekopin dan pemerintah sebagai mitra harus terus ditingkatkan. Sedang terkait alokasi APBD untuk Dekopin dikatakan kuncinya ada di legeslatif. “APBD itu uang rakyat yang perencaan pemanfaatannya harus mengadop usulaan dari bawah. Jadi Dekopinwil maupun Dekopinda silahkan mengusulkannya,” himbau Bp Sularso.</p>
<p>Disinggung pula dalam kesempatan tersebut tentang  Komite Pengawasan Koperasi yang diusulkan Dekopinwil. Dikatannya kalau hal ini bisa berjalan tentu good gouvernence bisa diwujudkan. KPK juga tidak perlu turun tangan.</p>
<p>Bersamaan dengan Rakor ini Dekopinwil juga menggelar 5 acara lain. Praktis ada 5 ruang besar di hotel yang berlokasi di Juanda itu yang digunakan..  Untuk Rapat Koordinasi antara Dekopinwil dan Dekopinda diselenggarakan di Sentosa Hall. Sedang untuk kegiatan biro informasi dan hukum diadakan di New Hall. Sementara untuk kegiatan Jaringan Usaha Koperasi dan temu usaha diadakan di Garuda Hall. Untuk Rakor Lapenkopwil dan  Lapenkopda menggunakan Gita Loka Hall. Sementara untuk BKWK dan BKPK menggunakan Madina Hall. <em>(gt)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puskowanjati.com/?feed=rss2&amp;p=595</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan World Bank Ke Telesenter</title>
		<link>http://www.puskowanjati.com/?p=469</link>
		<comments>http://www.puskowanjati.com/?p=469#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 03:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puskowanjati.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[Bantuan telesenter dari World Bank yang ditempatkan di 5 primer Puskowanjati, kini telah beroperasi. Bahkan 2 telesenter yang ditempatkan di Kopwan Citra Kartini Sumber Pucung dan Kartini Mandiri- Batu sudah berani menambah masing-masing 2 unit PC. Penambahan ini dalam bentuk pinjaman dari koperasi ke telesenter. Hal ini berani dilakukan karena koperasi berkeyakinan bahwa telesenternya akan bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-474" title="IMG_2932" src="http://www.puskowanjati.com/wp-content/uploads/2009/11/IMG_29323.jpg" alt="IMG_2932" width="216" height="162" />Bantuan telesenter dari World Bank yang ditempatkan di 5 primer Puskowanjati, kini telah beroperasi. Bahkan 2 telesenter yang ditempatkan di Kopwan Citra Kartini Sumber Pucung dan Kartini Mandiri- Batu sudah berani menambah masing-masing 2 unit PC. Penambahan ini dalam bentuk pinjaman dari koperasi ke telesenter. <span id="more-469"></span>Hal ini berani dilakukan karena koperasi berkeyakinan bahwa telesenternya akan bisa berkembang. Dan memang terbukti, dalam setiap bulannya telesenter tersebut bisa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mengansur pinjaman pada koperasinya.</p>
<p>Perkembangan ini yang nampaknya mendapat apresiasi Ibu Shoba dari World Bank. Namun Ibu Shoba nampaknya juga belum yakin kalau hanya membaca laporan saja. Terkait dengan itu pada 9 Nopember lalu, utusan dari World Bank yang membidangi program telesenter ini datang ke Puskowanjati. Dengan datang ke Puskowanjati ia, berharap bisa melihat langsung bagaimana perjalanan dan perkembangan masing-masing telesenter yang ada di primer Puskowanjati.</p>
<p>Untuk itulah sebelum terjun ke primer, Ibu Shoba yang didampingi Ibu Mariam selaku penerjemah mengajak berdiskusi Puskowanjati. Dalam hal ini Puskowanjati diwakili Menajer Proyek Telesenter dan Pengurus Puskowanjati. Sekitar satu jam lebih diskusi dilakukan. Bp Gazali Hasan selaku Menajer Proyek memaparkan tahap demi tahap mulai dari survey, penempatan, pelatihan  hingga operasional di masing-masing telesenter.</p>
<p>Mendengar paparan tersebut, Ibu Shoba melontarkan kata pujian pada Puskowanjati. “Puskowanjati is the best” ujarnya. Bahkan ia juga mengatakan bahwa yang telah dilakukan Puskowanjati bisa menjadi model pengembangan telesenter. Disamping pujian, Ibu berkebangsaan India ini juga memberikan beberapa saran terkait dengan fungsi telesenter sebagai media pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini, bagaimana keberadaan telesenter bisa bermanfaat bagi masyarakat disekitarnya. Harapannya tentu dengan adanya telesenter akan ada peningkatan kualitas hidup masyarakat baik secara ekonomi maupun sosial.</p>
<p>Untuk melengkapi informasi tersebut, Menejer Proyek Telesenter juga memaparkan grafik peningkatan penggunaan telesenter oleh masyarakat setempat. Termasuk juga beberapa program pelatihan untuk masyarakat yang telah dilakukan di masing-masing telesenter. Menanggapi hal tersebut, Ibu Shoba juga minta adanya data peningkatan manfaat dari para pengguna telesenter. Artinya, data tentang kondisi sebelum dan sesudah mereka memanfaatkan telesenter. Dalam hal ini dicontohkan adanya peningkatan kualitas produksi maupun pemasaran setelah mereka menggunakan telesenter.</p>
<p>Bapak Gazali telah memberikan contoh tentang manfaat telesenter pada TKI. Diceritakannya, bagaimana TKI yang berada di Arab Saudi bisa melepaskan rasa kangennya pada sang istri dengan menggunakan telesenter. Seperti yang terjadi di telesenter Kartini Mandiri-Batu.</p>
<p>Telesenter ini mempunyai pelanggan tetap dimana sang suami berada di Arab Saudi sebagai TKI. Setiap hari pelanggan tersebut melakukan teleconfrence dengan suaminya melalui telesenter Kartini Mandiri. Dengan cara itu, mereka serasa bisa bertemu langsung dengan suami setiap hari. Sehingga bisa mengobati rasa kangennya dengan biaya yang sangat murah.</p>
<p>Tidak cukup hanya mendengarkan paparan, Ibu Shoba juga minta untuk mengunjungi lansung telesenter. Untuk itu ia diajak berkunjung ke Telesenter Kartini Mandiri. Di telesenter yang berada di Jl. Giripurno, 56 Sawahan-Bumiaji- Batu, Ibu Shoba mendengar penjelasan yang tidak jauh beda dengan yang dipaparkan Menejer Proyek Telesenter. Hal inilah yang membuat ia merasa puas dengan apa yang telah dilakukan Puskowanjati dan primer yang telah mendapat telesenter. <em>(gt)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puskowanjati.com/?feed=rss2&amp;p=469</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ToT Pengurus Primer Untuk Gebyar Kopwan</title>
		<link>http://www.puskowanjati.com/?p=467</link>
		<comments>http://www.puskowanjati.com/?p=467#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 03:02:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puskowanjati.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka mewujudkan APBD Pro Rakyat dengan motto makmur bersama wong cilik, Pak Karwo, Gubernur Jatim meluncurkan program Gebyar Kopwan. Dalam program ini, diharapkan akan ada Kopwan disetiap desa di Jawa Timur. Terkait dengan itu Puskowanjati digandeng untuk melakukan pendampingan.
APBD pro rakyat, itulah slogan yang melekat pada pasangan Pak Karwo dan Gus Ipul saat kampanye [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dalam rangka mewujudkan APBD Pro Rakyat dengan motto makmur bersama wong cilik, Pak Karwo, Gubernur Jatim meluncurkan program Gebyar Kopwan. Dalam program ini, diharapkan akan ada Kopwan disetiap desa di Jawa Timur. Terkait dengan itu Puskowanjati digandeng untuk melakukan pendampingan.<span id="more-467"></span></em></p>
<p>APBD pro rakyat, itulah slogan yang melekat pada pasangan Pak Karwo dan Gus Ipul saat kampanye dalam Pilgub Jatim lalu. Setelah terpilih, slogan inipun diupayakan untuk bisa diwujudkan dengan berbagai program. Satu diantaranya mewujudkan program setiap desa ada satu koperasi. Saat ini di Jawa Timur terdapat 8500 desa.</p>
<p>“Pada awalnya, diusulkan 2000 koperasi, tapi Pak Karwo justru minta seluruh desa harus ada koperasi. Itu artinya program ini akan menjangkau 8500 desa yang ada di Jawa Timur. Untuk 2009 ini yang akan kita jangkau sebanyak 3750 desa,” ujar Pak Braman Setya, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim saat melakukan sosialisasi program di Puskowanjati. Dalam sosialisasi ini Puskowanjati menghadirkan pengurus-pengurus primer. Karena primer-primer inilah yang akan menyediakan tenaga pendamping dalam program penumbuhan koperasi disetiap desa ini.</p>
<p>Dipaparkan juga, sasaran program ini adalah kelompok-kelompok perempuan yang ada didesa. Kelompok ini akan didorong untuk menjadi koperasi yang pembentukannya akan difasilitasi Dinas Koperasi setempat. Masing-masing koperasi inilah yang nantinya akan mendapat kucuran dana hibah, yang akan dikucurkan kepada anggota sebesar Rp 25 juta. Harapannya, koperasi-koperasi ini akan bisa menjadi penggerak ekonomi pedesaan dan pada gilirannya akan bisa menopang perekonomian Jawa Timur.</p>
<p>Lebih lanjut disampaikan, setelah koperasi-koperasi tersebut terbentuk, maka Puskowanjati yang akan melakukan pendampingan. Untuk 3750 koperasi yang tersebar diseluruh Jawa Timur tersebut dibutuhkan 948 pendamping. Inilah tugas Puskowanjati untuk menyediakan tenaga pendamping yang siap untuk terjun kedesa-desa. Dalam hal ini setiap pendamping bertugas mendampingi 4 koperasi. Untuk tugas tersebut, masing-masing pendamping mendapat Rp 600 ribu setiap bulan untuk mendampingi 4 koperasi.</p>
<p>Disadari atau tidak, memang tugas yang diemban Puskowanjati ini bukanlah hal ringan. Karena tidak menutup kemungkinan koperasi yang akan didampingi berada pada lokasi yang sulit dijangkau. Disamping itu bagi Puskowanjati menyediakan 948 tenaga pendamping dalam waktu singkat, bukan pekerjaan ringan. Memang jumlah anggota di seluruh primer tercatat sekitar 45 ribu orang. Tapi masalahnya, yang akan didampingi adalah koperasi, bukan kelompok. Sementara anggota-anggota tersebut tingkat pengalamanya baru pada pengelolaan kelompok. Kendati demikian, mereka juga punya kelebihan yaitu telah mendapat pelatihan tentang perkoperasian dan sistem tanggung renteng oleh koperasinya masing-masing. Disamping itu mereka juga sudah mempraktekan langsung setiap bulannya.</p>
<p>Terkait dengan berbagai masalah itulah, maka hal inipun diangkat dalam forum pertemuan semester Puskowanjati pada 15 Oktober lalu. Diforum inilah berbagai masukan mulai yang terkait konsep, teknis hingga permasalahan disampaikan dan didiskusikan. Satu diantaranya tentang pembentukan pendamping hingga pembekalannya. Dalam forum itu pula disepakati untuk diadakan ToT oleh Puskowanjati untuk pengurus primer. Kemudian para pengurus inilah yang nantinya akan mentraining anggotanya sebagai pendamping koperasi. Para pendamping inipun juga mendapat buku panduan yang telah diterbitkan Pukowanjati.</p>
<p>ToT pada pengurus primer itupun dilaksanakan mulai 30 Oktober. Sedang untuk efektifitas proses pembelajaran, maka ToT ini dibagi menjadi dua gelombang yang diselenggarakan pada 30 dan 31 Oktober. Pada ToT itulah para pengurus dibekali dengan materi bagaimana menjadi pendamping. Selain itu juga dipaparkan sekilas tentang koperasi, sistem tanggung renteng dan akuntansi dasar. Semua materi tersebut telah tercantum dalam buku panduan pendamping.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut juga ditegaskan, bahwa pendamping harus menyampaikan tentang masalah dana hibah pada koperasi yang didampinginya. Dalam hal ini para pendamping harus menekankan bahwa dana hibah itu untuk lembaganya bukan pada anggotanya. Artinya dana hibah tersebut harus bisa dikelola dan dikembangkan. Dengan demikian anggapan bahwa dana yang dikucurkan tersebut adalah hibah dan tak perlu dikembalikan, harus ditepis. Sehingga anggota yang pinjam juga wajib mengembalikan. <em>(gt)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puskowanjati.com/?feed=rss2&amp;p=467</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagi-Bagi Sembako pada Harkop ke 62</title>
		<link>http://www.puskowanjati.com/?p=465</link>
		<comments>http://www.puskowanjati.com/?p=465#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 01:23:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puskowanjati.com/?p=465</guid>
		<description><![CDATA[Tim Koperasi Peduli dibawah koordinasi Puskowanjati membagikan 1000 paket sembako di 3 desa di Kabupaten Malang. Koperasi Peduli ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Harkop ke 62 di Jatim yang dipusatkan di Malang.
Pagi itu 2 Avansa dan 2 mobil boks meluncur dari kantor Puskowanjati menuju 2 desa yang menjadi sasaran bhakti sosial pada 1 Agustus lalu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tim Koperasi Peduli dibawah koordinasi Puskowanjati membagikan 1000 paket sembako di 3 desa di Kabupaten Malang. Koperasi Peduli ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Harkop ke 62 di Jatim yang dipusatkan di Malang.<span id="more-465"></span></em></p>
<p>Pagi itu 2 Avansa dan 2 mobil boks meluncur dari kantor Puskowanjati menuju 2 desa yang menjadi sasaran bhakti sosial pada 1 Agustus lalu. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Harkop ke 62 yang puncak acaranya dilaksanakan di Stadion Kanjuruan – Malang sehari sebelumnya. Sedang desa yang menjadi sasaran adalah Desa Sengguru Kec Kepanjen dan Desa Sumber Jaya Kec Gondang Legi. Sementara pada hari berikutnya kegiatan bagi-bagi paket sembako tersebut dilanjutkan di Desa…….</p>
<p>“Semula telah direncanakan 1000 paket sembako yang dibagikan di 3 desa. Tapi biaya untuk berbagai kegiatan peringatan Harkop ke 62 cukup besar. Sehingga paket sembako yang bisa direalisasi di 3 desa itu sejumlah ….. Setiap paket berisi beras, gula, minyak goreng dan susu,” tukas Ibu Yati, Sekretaris Puskowanjati yang mendapat tugas sebagai koordinator panitia bhakti sosial.</p>
<p>Disampaikannya juga dalam sambutannya pada pembagian paket sembako, untuk Desa Sengguru mendapat 259 paket sembako. Sedang untuk desa Sumber Jaya mendapat 307 paket dan Desa….. mendapat… paket. Sedang untuk penyerahan secara simbolis pada masing-masing desa telah dilakukan di Stadion Kanjuruhan saat puncak acara pada 31 Juli. Penyerahan secara simbolis tersebut dilakukan oleh Bp Soekarwo, Gubernur Jatim.</p>
<p>Sedikit gambaran tentang Desa Sengguru yang telah mendapat 259 paket sembako. Desa Sengguru yang terbagi dalam 3 RW dan 24 RT ini dihuni 4.200 jiwa atau sekitar 1000 KK. Diantara jumlah KK tersebut, 193 KK tergolong miskin yang selama ini terdata sebagai penerima BLT. Menariknya, saat ini Desa Sengguru dipimpin oleh Ibu Lilik, istri kepala desa sebelumnya.</p>
<p>Mungkin karena dipimpin seorang perempuan itulah, maka kegiatan PKK didesa ini cukup maju. Hampir seluruh ibu-ibu di desa ini ikut aktif dalam kegiatan PKK. Bahkan dalam kegiatan perkoperasian, PKK desa ini telah mempunyai 300 anggota yang juga sudah melakukan pengelompokan. Pertemuan rutin juga sudah dilakukan setiap bulan disetiap RW. Di pertemuan tingkat RW itulah pembayaran kewajiban dan realisasi pinjaman dilakukan. Itulah sebabnya dalam sambutannya, Ibu Yati menyampaikan bahwa Puskowanjati akan siap memfasilitasi terbentuknya koperasi wanita dengan sistem tanggung renteng didesa ini.</p>
<p><strong>Harkop ke 62</strong><strong></strong></p>
<p>Kabupaten Malang pada tahun ini telah menjadi pilihan tempat pelaksanaan peringatan Harkop ke 62 tingkat Jawa Timur. Pilihan ini dilatar belakangi berbagai hal. “Penentuan lokasi di Malang telah dipertimbangkan atas berbagai usulan. Misalnya, Stadion Kanjuruhan arealnya lebih luas untuk kegiatan bersifat ceremony. Pertimbangan lainnya, berbagai prestasi terkait telah diraih Kabupaten Malang, seperti bupati dan wakilnya peduli koperasi telah mendapatkan penghargaan bhakti koperasi dan Malang menjadi salah satu kabupatan penggerak koperasi di Jatim,’’ ungkap Bp Braman Setyo, Kadis Kop dan UMKM Prop Jatim.</p>
<p>Lebih lanjut juga disampaikan, kegiatan puncak Harkop ini digelar tiga hari berturut-turut mulai 31 Juli sampai 2 Agustus. Selama tiga hari tersebut di Stadion Kanjuruhan digelar pameran produk UMKM dari berbagai daerah di Jatim. Sedang, rangkaian kegiatan lain, semua sudah dilakukan sejak April lalu di seluruh daerah di Jatim. Diantaranya Lomba Koperasi Berprestasi, Lomba Karya Tulis Perkoperasian, Cooperative Edu Challenge jalan sehat, sarasehan dan yang terakhir bhakti sosial. Sedang tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini adalah Memantapkan Peran Gerakan Koperasi dalam Dinamika Perubahan Global.</p>
<p>Dikatakan lebih lanjut dari tema tersebut, terdapat tiga aspek untuk proses perbaikan dan pembinaan perkoperasian di Jatim. Pertama, memperkuat permodalan bagi koperasi dan UMKM yang pada 2009 telah digulirkan dana permodalan dari Diskop dan UMKM Jatim sebesar Rp 10 miliar. Kedua, penguatan jaringan bagi UMKM agar produk yang telah dihasilkan bisa masuk pasar modern, seperti Carrefour, Giant dan Hypermart. Ketiga, perbaikan kualitas SDM koperasi dan UMKM.</p>
<p>Sementara itu Bp Soekarwo, Gubernur Jatim dalam sambutan pada puncak acara menyampaikan bahwa benteng pertahanan perekonomian adalah koperasi. Jika usaha kecil koperasi ini mengalami kemacetan maka akan berpengaruh pada perekonomian dunia usaha. “Ekonomi ini dimotori oleh koperasi. Tentunya, koperasi ini menjadi salah satu bagian pembangunan perekonomian,” katanya.</p>
<p>Disampaikan lebih lanjut dari sekitar Rp 628 triliun uang yang beradar di Jatim pertahun, sebanyak Rp 332 triliun merupakan kontribusi dari Koperasi dan UKM.</p>
<p>Karena itu, sudah menjadi kewajiban dari pemerintah dan negara untuk membantu peningkatan koperasi.</p>
<p>Menurut Bp Soekarwo, perekonomian Jatim bagaikan sebuah piramida. Pada tingkat paling bawah, merupakan penduduk miskin yang sangat lemah dari sisi ekonomi. Secara ekonomi mereka tidak bisa bersaing dengan siapapun. “Jadi masyarakat di tingkat paling bawah dalam piramida ini harus dibantu dengan cara hibah, baik melalui program kesehatan, pendidikan maupun lapangan kerja,” papar Pakde—sapaan lekat Bp Soekarwo.</p>
<p>Sedangkan pada tingkat menengah, adalah koperasi dan UKM. Kekuatan ekonomi kelas menengah ini harus mendapatkan dukungan dan bantuan dari pemerintah dan negara. Kalau tidak dibantu, mereka akan kalah dalam bersaing.</p>
<p>“Di sinilah perlunya kita membantu koperasi,” katanya singkat.</p>
<p>Sedangkan pada tingkat paling atas, adalah para pengusaha kuat. Untuk kelompok ini, pemerintah hanya memberikan fasilitasi melalui berbagai regulasi. “Dengan regulasi ini, kelompok ekonomi kuat tidak akan memonopoli dan akan selalu membantu yang lemah,” jelas mantan Sekdaprov Jatim itu.</p>
<p>Dalam sejarahnya, lanjut Pakde, koperasi dirancang menjadi soko guru perekonomian bangsa. Sebab para pendiri koperasi di zaman dulu menyadari bahwa koperasi merupakan kekuatan ekonomi rakyat, sehingga dirancang menjadi salah satu bangunan ekonomi kerakyatan. “Jadi kalau ada koperasi yang tidak sehat, tugas kita semua untuk membantu agar sehat,” paparnya.</p>
<p>Lebih lanjut dipaparkan, dari data Departemen Tenaga Kerja, sebanyak 98,8 % tenaga kerja bergerak di bidang koperasi dan UKM. Sedangkan yang bekerja di industri besar hanya sekitar 1,2 %. Artinya koperasi dan UKM memiliki kekuatan menyerap tenaga kerja. Inilah yang harus terus dibantu untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi rakyat.</p>
<p>Pada acara Harkop ini, Bp Soekarwo, juga menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri). Penghargaan ini masuk dalam ketegori pemakarsa dan penyelenggara replika logo dengan urutan 3833. Logo gerakan koperasi yang terbuat dari rangkaian rengginang tersebut tingginya 10 m yang menghabiskan 1 ton 2 kw beras ketan. Untuk pengerjaannya melibatkan 30 pengusaha rengginang di Desa Jatigui Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang selama 15 hari.<em> (gt)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puskowanjati.com/?feed=rss2&amp;p=465</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presiden : Peran Koperasi Kedepan Penting</title>
		<link>http://www.puskowanjati.com/?p=463</link>
		<comments>http://www.puskowanjati.com/?p=463#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 01:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puskowanjati.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Makin kedepan peran koperasi serta peran usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah semakin penting, Demikian yang disampaikan Bp Presiden Susilo Bambang yudhoyono, dalam sambutannya pada puncak peringatan Harkop Nas ke-62 di Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur.
Saat ini jumlah koperasi di Indonesia mencapai 153 ribu unit dengan anggota 27 juta orang. Dari jumlah tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em>Makin kedepan peran koperasi serta peran usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah semakin penting, Demikian yang disampaikan Bp Presiden Susilo Bambang yudhoyono, dalam sambutannya pada </em><em>puncak peringatan Harkop Nas ke-62 di Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur.<span id="more-463"></span></em></p>
<p>Saat ini jumlah koperasi di Indonesia mencapai 153 ribu unit dengan anggota 27 juta orang. Dari jumlah tersebut sekitar 10 ribu diantaranya datang ke Samarinda dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke 62. Tak mengherankan bila saat itu Stadion Madya Sempaja menjadi lautan manusia. Seluruh tribun distadion ini penuh oleh anggota gerakan koperasi dari seluruh Indonesia.</p>
<p>Terik matahari siang itu memang cukup menyengat walau sesekali tertutup awan. Tapi kondisi tersebut nampaknya tidak mengurangi semangat yang hadir. Mereka tetap antusias sampai acara selesai. Termasuk 500 pelajar yang menjadi disply konfigurasi koperasi. Mereka tetap semangat memainkan perannya untuk memeriahkan Harkop Nas yang diselenggarakan pada 15 Juli tersebut. Hal ini pula yang diapresiasi oleh Bp Presiden sebelum memulai sambutannya.</p>
<p>Sebelum menyampaikan sambutannya, Presiden RI terlebih dulu menyematkan Satya Lencana Pembangunan Bidang Koperasi kepada Gubernur Kaltim, Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Kalimantan Selatan dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan peran koperasi dan tantangan kedepan.“Makin kedepan peran koperasi serta peran usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah semakin penting, tolong dicatat itu. Meskipun seolah-olah kita hidup dalam era globalisasi yang ditandai dengan berkembangnya kapitalisme global, tetapi ingat, justru peran koperasi, peran usaha mikro kecil dan menengah sangat penting,” tandasnya.</p>
<p>Disampaikan lebih lanjut, dalam era globalisasi bisa saja perusahaan-perusahaan raksasa dunia mendominasi semua kegiatan bisnis di dunia. Demikian juga pada tingkat nasional. Tetapi absennya usaha kecil, usaha menengah dan koperasi akan menyulitkan upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Walaupun tidak dipungkiri usaha-usaha besar dipentingkan juga untuk membayar pajak dan menciptakan lapangan pekerjaan.</p>
<p>Oleh karena itu solusinya makin kedepan, koperasi serta usaha mikro kecil dan menengah mesti dikembangkan diseluruh tanah air agar lebih banyak lagi. Sehingga kesempatan usaha makin terbuka bagi semua lapisan masyarakat. Dengan demikian akan ada peningkatan pendapatan pula. Sehingga lapangan kerja akan tercipta  dan kemiskinan akan berkurang.</p>
<p>“Arah dan kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah seperti juga tadi yang disampaikan oleh Gubernur  Kalimantan Timur termasuk apa yang dilakukan oleh DEKOPIN yang sangat luar biasa. Pada tahun-tahun terakhir ini menunjukkan bahwa sesungguhnya arah dan kebijakan itu sudah benar. Mari kita jalankan dengan sesungguh-sungguhnya, mari kita tingkatkan dan terus kambangkan agar upaya gerakan Koperasi di seluruh Indonesia bisa berhasil lebih baik lagi”. Tandas Presiden dalam sambutannya.</p>
<p>Sementara itu, Bp Suryadharma Ali, Menegkop dan UMKM RI dalam kesempatan tersebut menyampaikan tentang perkembangan koperasi di Indonesia. &#8220;Selama periode 2004-2008, jumlah koperasi di Indonesia telah meningkat sebesar 12,7 %, dari 130.730 unit pada tahun 2004, menjadi 155.301 unit pada tahun 2008. Pada periode yang sama, jumlah modal sendiri mengikat 54,6 % dari Rp. 11,98 triliun menjadi Rp. 21.9 triliun. Sedangkan volume usaha naik 60,5 % dari Rp. 37,65 triliun menjadi Rp. 62,25 triliun,&#8221; katanya.</p>
<p>Sedang dalam sambutannya, Menegkop &amp; UMKM RI kembali menegaskan bahwa koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa. Hal tersebut merupakan  manifestasi dari demokrasi ekonomi sebagaimana digariskan dalam Pasal 33 UUD 1945. Dalam demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua, di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Meskipun kenyataan tersebut masih jauh dari cita-cita. Namun semangat untuk menjadikan koperasi sebagai tuan rumah di negeri sendiri tak akan pernah padam.</p>
<p>Dikatakan lebih lanjut dalam peringatan Harkop kali ini mengambil tema Memantapkan Peran Gerakan Koperasi Dalam Dinamika Perubahan Global. Hal ini mengandung makna bahwa masyarakat koperasi bertekad dan berkeinginan untuk meningkatkan peran dan kontribusi terhadap ketahanan perekonomian nasional dalam dinamika perubahan global, dengan lebih bersungguh-sungguh meningkatkan kualitas koperasi secara nasional agar menjadi Badan Usaha yang tangguh, kuat dan profesional diberbagai sektor. Sehingga mampu memenuhi kepentingan ekonomi anggota dan masyarakat lingkungannya.</p>
<p>Di samping globalisasi, koperasi Indonesia memiliki sekaligus tiga tantangan. Tantangan <em>pertama</em>, memperbaiki citranya sebagai kumpulan golongan ekonomi lemah pemburu fasilitas. <em>Kedua</em>, kontribusinya, yang meskipun secara sosial cukup tinggi, namun secara nominal masih sangat rendah dalam perekonomian nasional dibandingkan dengan badan usaha swasta. <em>Ketiga</em>, semakin rendahnya kesadaran masyarakat untuk bergotong-royong melalui koperasi seiring dengan meningkatnya modernitas dan individualisme.</p>
<p>Menjawab persoalan-persoalan tersebut, koperasi Indonesia ke depan hendaknya memantapkan perannya dengan kembali pada jati dirinya. Sejak didirikan satu setengah abad yang lalu, koperasi bukanlah semata sebagai badan usaha, namun manifestasi ideologi ekonomi atas dasar nilai-nilai: swadaya, swa tanggung jawab, persamaan, keadilan, dan kesetiakawanan. Seluruh anggota koperasi, semestinyalah percaya pada nilai-nilai etis dari kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian kepada orang lain. Koperasi yang baik, tidak akan membiarkan anggota-anggotanya tertinggal satu sama lain dalam peningkatan kesejahteraannya.</p>
<p>“Alhamdulillah, sampai dengan akhir tahun 2008, telah terwujud 42.267 unit koperasi berkualitas yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Capaian ini tentunya tidak boleh berhenti semata pada labelisasi “koperasi berkualitas”. Atas dasar klasifikasi ini, Kementerian Negara Koperasi berikut dua Badan Layanan Umumnya yang baru, yaitu Lembaga Pengelola Dana Bergulir dan Lembaga Layanan Pemasaran dengan pendekatan lintas pelaku, terus-menerus melakukan program pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil yang berhimpun dalam koperasi,” tandas Bp Suryadharma Ali.</p>
<p>Disampaikan lebih lanjut, pemberdayaan dikelompokkan pada lima aspek. P<em>ertama</em>, aspek kualitas sumber daya manusia, karena di situlah semuanya berawal. <em>Kedua</em>, aspek peningkatan aksesibilitas modal, karena dari modal inilah mereka secara komersial mampu menerjemahkan ide-ide kreatifnya. <em>Ketiga</em>, aspek mekanisasi dan inovasi teknologi, karena dari situ kualitas produksi dapat terjaga secara konsisten. <em>Keempat</em>, pematenan hak cipta dan merk, yang melalui keduanyalah koperasi kita dapat <em>go international</em>. <em>Kelima</em>, aspek kelembagaan, dengan meningkatkan legalitas badan koperasi melalui kerja sama dengan Ikatan Notaris Indonesia, sehingga memungkinkan koperasi untuk membangun <em>linkage program</em> ke lembaga-lembaga keuangan formal<em>. (berbagai sumber/gt)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puskowanjati.com/?feed=rss2&amp;p=463</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LPDB Mencuat di RAT Inkowan</title>
		<link>http://www.puskowanjati.com/?p=462</link>
		<comments>http://www.puskowanjati.com/?p=462#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 01:19:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puskowanjati.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Jawa Timur tahun ini mendapat giliran ketempatan RAT Inkowan. Hajatan tahunan ini diselenggarakan di Selecta- Batu pada 31 Juli lalu. Pada acara ini nampaknya pembahasan LPDB cukup mendominasi.
Tidak seperti RAT Puskowanjati ataupun primer, RAT Inkowan yang diadakan  di Selecta ini dilaksanakan pada malam hari. Acara inti RAT sendiri juga berlansung cukup singkat. Tidak ada pembacaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Jawa Timur tahun ini mendapat giliran ketempatan RAT Inkowan. Hajatan tahunan ini diselenggarakan di Selecta- Batu pada 31 Juli lalu. Pada acara ini nampaknya pembahasan LPDB cukup mendominasi.<span id="more-462"></span></em></p>
<p>Tidak seperti RAT Puskowanjati ataupun primer, RAT Inkowan yang diadakan  di Selecta ini dilaksanakan pada malam hari. Acara inti RAT sendiri juga berlansung cukup singkat. Tidak ada pembacaan tata tertib ataupun notulen bahkan pembahasan LPJ secara detail. Semua itu memang sudah disepakati anggota dengan alasan semua materi tersebut telah dibaca dan dipelajari semua anggota. Sehingga dalam acara tersebut tinggal menunggu masukan, usulan maupun kritikan saja. Kalaupun hal itu tidak ada maka pengesahan segera bisa dilakukan.</p>
<p>Justru yang mencuat dan pembahasannya mendominasi sepanjang  RAT kali ini adalah tentang Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB). Hal ini dimulai sejak pembukaan acara dimana diisi oleh kata sambutan dari berbagai pihak. Seperti Ibu Yoos Lutfi, Ketua Inkowan yang dalam sambutannya juga sudah memaparkan tentang LPDB.</p>
<p>Dalam sambutannya  Ibu Yoos Lutfi menjelaskan lika-liku proses penyaluran dana dari LPDB sebesar Rp 2 milyar kepada Inkowan. Diantaranya bagaimana Inkowan berupaya mendapatkan rekening bank dalam waktu singkat agar dana LPDB segera dicairkan. “Inilah perlunya jaringan, disaat –saat ada kebutuhan mendesak kita bisa dibantu kawan, relasi atau jaringan kita. Tapi semua itu dengan catatan Inkowan harus bertanggung jawab yang artinya juga anggota-anggotanya harus bertanggung jawab. Karena dari anggota, lalu ke Inkowan dan kembali ke LPDB. Ini semua adanya kepercayaan dari pihak luar pada Inkowan yang tentunya harus didukung anggota untuk bisa menjaga kepercayaan tersebut,” ujarnya.</p>
<p>Disampaikan lebih lanjut dana dari LPDB sebesar Rp 2 milyar tersebut disalurkan kepada lima skunder. Skunder yang menerima tersebut adalah Sumatra Barat Rp 500 juta, DKI Rp 700 juta, DIY Rp 100 juta, NTB Rp 200 juta dan  Sulawesi Selatan  Rp 500 juta.</p>
<p>Pembahasan tentang LPDB ini terus dilanjutkan oleh Bp Fadjar Sofyar, Direktur LPDB yang juga hadir bersama rombongannya di RAT tersebut. “Selama ini koperasi memang sudah lama dinina bobokan oleh pemerintah. Yang penting ada usulan daerah, dana langsung dikasih. Karena itu dengan adanya UU No 17 dan No 1, pemerintah sedang menata keuangan negara. Bagaimana memberdayakan koperasi secara profesional. Jadi apa yang dilakukan LPDB ini untuk kebaikan koperasi agar menjadi organisasi yang baik,” ujarnya.</p>
<p>Disampaikan juga, pada 22 September tahun lalu, LPDB telah menyalurkan dananya Rp 3,5 milyar untuk Puskowanjati. Ternyata dananya telah dikelola dengan baik. “Saya sangat apresiet pada Puskowanjati yang langsung minta disupervisi untuk anggota yang telah menerima dana LPDB . Memang ada kerikil didalamnya tapi itu tidak apa-apa, asal ada keinginan kuat untuk memperbaiki,” tukas Bp Fadjar.</p>
<p>Dijelaskan juga Deputi Kelembagaan saat ini sedang melakukan pemeringkatan untuk menata koperasi. Program ini tentunya sangat membantu LPDB. Disamping itu dengan adanya pemeringkatan ini akan terjadi perlombaan untuk meningkatkan kualitas koperasinya. Nanti bagi koperasi yang bisa meningkatkan kualitasnya akan ada reword dari LPDB dengan memberikan kucuran 2 kali lipat dari sebelumnya. Tapi kalau sudah demikian primer jangan melupakan skunder maupun induknya.</p>
<p>“Di LPDB itu ada aturan yang tidak bisa ditinggalkan. Saya ingin membangun induk, karena kalau kita bersatu bergaining power kita akan kuat.  Seperti kita ketahui semua perbankan sudah menjadi retail bank dan mausk ke daerah –daerah kecil. Kalau kita tidak kuat maka akan terlibas. Selama ini induk itu ekuitasnya terbatas, ini harus dicarikan jalan keluarnya agar induk maupun skunder bisa menjadi payung bagi anggota-anggotanya. Untuk itu dalam RAT ini diharapkan muncul kesepakatan bagaimana agar induk, skunder dan primer bisa hidup. Jadi tolong Ibu Yoos ini bisa diwujudkan. Sekarang inikan penyaluran dana dari induk ke primer. Jadi tolong dibicarakan bagaimana sistemnya agar semua bisa hidup,” tandasnya.</p>
<p>Dijelaskan pula bahwa tingkat bunga dari LPDB relatif rendah. Dalam hal ini induk mendapatkan SBI minus 2 atau kalau sekarang SBI 6,7 berarti ke induk mendapat 4,7 slaiding. Sedang dari induk ke primer  plus 6 dan dari primer ke anggota terserah, tapi lebih rendah lebih baik.</p>
<p>Tahun ini lanjutnya LPDB menyalurkan Rp 889 milyar. Sedang lembaga ini masih baru. Walaupun demikian LPDB harus menyalurkannya  dan dana tersebut bisa kembali dengan aman. Karena kalau tidak kembali akan dianggap merugikan negara dan itu taruhannya jeruji besi. Awalnya karena kekhawatiran tidak tersalur dengan baik maka LPDB memutuskan pada tahun lalu dana Rp 218 milyar disalurkan melalui BPD. Pada kesepakatan di bulan Desember itu, dana akan disalurkan sebesar Rp 419 milyar  untuk 21 BPD. Kesepakatan itupun sudah diajukan ke Mentri Keuangan yang kemudian disetujui dengan  tingkat bunga 1/3 SBI.</p>
<p>Tapi sampai Juli, BPD yang akad kredit dengan LPDB baru dari NTB, DIY, Bali dan Kaltim. Berangkat dari kondisi itu, LPDB mulai melirik pada koperasi langsung dengan demikian bunganya juga bisa rendah. “Untuk itu kedepan kalau sudah ada komitmen dengan koperasi-koperasi, kita tidak usah melalui bank.  Untuk itu dana Rp 2 milyar  ini bisa dikelola dengan baik, on time penyalurannya dan pelaporannya. Laporan ini penting, kalau bagus setiap tahun akan terus bertambah,” tandas Bp Fadjar, Direktur LPDB lembaga yang pada September ini akan berulang tahun.</p>
<p>Sementara itu Bp Untung, Deputy Kelembagaan Kemeneg Kop dan UMKM dalam kesempatan tersebut memberikan pujian pada Inkowan. Dikatakannya, secara umum kepengurusan Inkowan telah menjalankan roda kepengurusan dengan baik, ditengah banyaknya induk-induk koperasi yang tidak jelas. Inkowan bisa menjalankan fungsi subdiarynya seperti menyalurkan dana. Diharapkan kedepan Inkowan bisa mengembangkanya pada pendidikan anggota.</p>
<p>Lebih lanjut disampaikan, dari analisa laporan, Inkowan juga cukup bagus. Volume usaha ada peningkatan dari tahun  2007 – 2008 sebesar 16,49 %.  Hal ini berpengaruh positif pada penerimaan jasa pinjaman pada periode yang sama yaitu 100,86 %. Sehingga ada peningkatan SHU yang cukup signifikan atau meningkat 68,86%. Likuiditas sebesar 399% ini sangat menunjukan kondisi keuangan  sangat likuid, meski ini melebihi batas normal dan membuktikan banyaknya dana iddle. Solvbabilitas dan rentabilitas, prosentase rasionya masih positif dengan demikian secara umum kondisi keuangan Inkowan sangat aman.<em> (gt)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puskowanjati.com/?feed=rss2&amp;p=462</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu per satu Telesenter Resmi Dibuka</title>
		<link>http://www.puskowanjati.com/?p=460</link>
		<comments>http://www.puskowanjati.com/?p=460#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 01:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.puskowanjati.com/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Setelah dinanti-nantikan, akhirnya perangkat telesenter bantuan World Bank melalui Puskowanjati mulai ditempatkan sejak Juni lalu. Sejak itu operasional telesenter inipun langsung diuji coba oleh 5 primer. Kemudian mamsuki Juli, satu per satu telesenter tersebut mulai diresmikan. 
Pada awal Agustus, telesenter Citra Kartini Sumber Pucung, secara resmi telah dibuka. Walaupun untuk uji coba operasionalnya telah dilakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Setelah dinanti-nantikan, akhirnya perangkat telesenter bantuan World Bank melalui Puskowanjati mulai ditempatkan sejak Juni lalu. Sejak itu operasional telesenter inipun langsung diuji coba oleh 5 primer. Kemudian mamsuki Juli, satu per satu telesenter tersebut mulai diresmikan. <span id="more-460"></span></em></p>
<p>Pada awal Agustus, telesenter Citra Kartini Sumber Pucung, secara resmi telah dibuka. Walaupun untuk uji coba operasionalnya telah dilakukan sejak perangkat telesenter dikirim pada Juni lalu. Pada operasional minggu pertama, telesenter ini membuka kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk berinternet secara gratis. Hal ini dilakukan, juga sebagai upaya pengenalan kepada masyarakat.</p>
<p>Ternyata hasil pengenalan tersebut efektif. Terbukti sejak itu, telesenter Citra Kartini yang buka sampai malam ini selalu dibanjiri masyarakat. Mengingat animo masyarakat yang cukup tinggi, maka Kopwan Citra Kartini menambah 2 unit lagi. Dengan penambahan tersebut bisa mengurangi antrian pada jam-jam tertentu.</p>
<p>“Selama uji coba operasional ini, kami telah menambah 2 unit. Karena pada jam-jam tertentu seringkali terjadi antrian. Bila antrian ini dibiarkan, kami khawatir mereka akan lari dan pindah ke warnet yang ada disekitar Ngebruk ini. Selama operasional ini, pendapatan telesenter perhari rata-rata Rp 75 ribu,” ungkap Ibu Tatik, Ketua Kopwan Citra Kartini dalam sambutannya saat peresmian.</p>
<p>Pada peresemian Telesenter Citra Kartini tersebut yang diundang tidak saja anggota, tapi juga tokoh-tokoh masyarakat. Tidak ketinggalan, dalam peresmian ini Kopwan Citra Kartini juga mengundang Pengurus Puskowanjati dan beberapa primer yang ada di Malang Raya. Dari Dinas Kop dan UMKM Malang juga hadir dalam kesempatan tersebut, termasuk juga dari PT Telkom dengan Plexy-nya.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut Ibu Yoos, Ketua Puskowanjati memaparkan bagaimana proses bantuan dari World Bank ke Puskowanjati lalu penempatan di primer. “Jadi telesenter ini dari Puskowanjati sifatnya adalah penempatan pada primer. Ketika telesenter ini tidak bisa berkembang sesuai yang diharapkan, maka Puskowajati akan mengalihkan telesenter ini ke primer lain. Untuk itulah kepada anggota dan masyarakat sekitar, diharapkan dukungannya dengan memanfaatkan telesenter ini semaksimal mungkin,” katanya.</p>
<p>Disampaikan lebih lanjut, telesenter ini jangan hanya seperti warnet tapi juga bisa menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Karena melalui internet bisa banyak didapat berbagai informasi mulai dari pengembangan produk hingga pemasarannya. Sekarang bergantung bagaimana petugas yang mengelola telesenter ini mengemasnya dengan berbagai kegiatan sehingga bisa menarik dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Sementara itu dilain tempat di awal Juli, 2 telesenter juga sudah melakukan peresmian. Diujung barat Jawa Timur, misalnya Kopwan Wanita Mandiri meresmikan telesenternya pada 1 Juli dengan nama <em>Telesenter Cepu</em>. Peresmian ini juga dalam rangka peringatan HUT IWAPI Cepu. Tak mengherankan bila dalam acara tersebut banyak dihadiri kalangan pengusaha di Cepu. Sayangnya dalam acara tersebut, Kopwan Mandiri Cepu tidak mengundang Puskowanjati. Padahal bantuan telesenter dari World Bank tersebut disalurkan melalui Puskowanjati.</p>
<p>Sedang di Lawang – Malang, Kopwan Citra Lestari meresmikan telesenternya pada 2 Juli. Di acara tersebut dihadiri Pengurus Puskowanjati, anggota Kopwan Citra Lestari, tokoh masyarakat dan aparat pemerintahan setempat. ”Bapak dan ibu tidak usah malu-malu untuk datang ke telesenter untuk belajar. Putra-putrinya juga bisa diajak sekalian untuk datang ke telesenter yang dikelola Kopwan Citra Lestari ini,” himbau Ibu Sadjim, Ketua II Puskowanjati dalam kata sambutannya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut Ibu Sadjim juga memaparkan bagaimana kemajuan teknologi informasi telah banyak merubah wajah dunia. Menurutnya kemajuan teknologi informasi, telah membuat dunia ini seakan menjadi kecil. Hanya dengan tekan tombol, kita bisa tahu mana-mana tanpa harus kemana-mana. Kita juga bisa mencari berbagai ilmu hanya dengan berada didepan komputer yang terhubung dalam jaringan internet. Melalui jaringan internet pula kita bisa berbisnis dengan berbagai negara. Kita juga bisa berhubungan dengan siapa saja meski ia berada jauh disana.</p>
<p>”Tapi, tentunya tidak semua orang punya komputer lengkap dengan internetnya. Tidak semua orang juga, bisa menggunakan komputer apalagi berinternet. Hal ini memang masalah, tapi jangan kuatir karena semua itu bisa dipelajari. Lalu dimana belajarnya ??? nach inilah salah satu gunanya telesenter,” papar Ibu Sadjim dihadapan hadirin.</p>
<p>Dijelaskan lebih lanjut, telesenter itu serupa tapi tidak sama dengan warnet. Karena telesenter mempunyai misi pemberdayaan masyarakat. Telesenter dalam perjalanannya juga akan berfungsi sebagai  pusat informasi, pusat pembelajaran, pusat pengembangan usaha masyarakat yang ada disekitarnya. “Bapak dan ibu yang punya produk unggulan bisa ke telesenter untuk mencari peluang pasar. Tidak itu saja, bapak dan ibu juga bisa mencari ide-ide baru untuk mengembangkan produknya dengan mengakses berbagai informasi di telesenter ini. Bila perlu – bapak dan ibu bisa juga membentuk kelompok-kelompok belajar yang akan difasilitasi oleh Telesenter,” tambah Ibu Sadjim.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan Bp Gazali Hasan, Manager Proyek telesenter kerjasama Puskowanjati dan World Bank. Kepada masyarakat yang hadir di acara tersebut dihimbau untuk ikut mensosialisasikan keberadaan Telesenter Citra Lestari. Disampaikan pula, nantinya petugas telesenter akan terjun langsung ke masyarakat terutama yang sudah terbentuk kelompok untuk memberikan pelatihan.</p>
<p>Seperti telah diberitakan Puksowanjati, telesenter bantuan World Bank melalui Puskowanjati ini akan ditempatkan di 10 primer. Sedang untuk penentuan tempat tersebut didahului dengan survey dengan melihat kesiapan teknis dan potensi sosial, ekonomi daerah. Dari hasil survey tersebut telah ditetapkan 10 primer sebagai penerima. Dari 10 primer tersebut ditentukan sebagai penerima tahap pertama yaitu Kopwan Citra Lestari – Lawang, Citra Kartini- Sumber Pucung, Anggrek- Blitar, Wanita Mandiri- Cepu, Kartini Mandiri – Batu.</p>
<p>Setelah dilakukan survey atau study kelayakan tersebut, 5 primer penerima ini juga mendapat kunjungan tim telesenter untuk mengadakan sosialisasi pada masyarakat sekitar. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan yang difocuskan untuk penyusunan perencanaan usaha. Baru kemudian pada Juni lalu perangkat telesenter dikirim ke masing-masing primer penerima. Selanjutnya memasuki bulan Juli peresmian operasionalnya mulai dilakukan. (gt)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puskowanjati.com/?feed=rss2&amp;p=460</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
