Bagi-Bagi Sembako pada Harkop ke 62
Tim Koperasi Peduli dibawah koordinasi Puskowanjati membagikan 1000 paket sembako di 3 desa di Kabupaten Malang. Koperasi Peduli ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Harkop ke 62 di Jatim yang dipusatkan di Malang.
Pagi itu 2 Avansa dan 2 mobil boks meluncur dari kantor Puskowanjati menuju 2 desa yang menjadi sasaran bhakti sosial pada 1 Agustus lalu. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Harkop ke 62 yang puncak acaranya dilaksanakan di Stadion Kanjuruan – Malang sehari sebelumnya. Sedang desa yang menjadi sasaran adalah Desa Sengguru Kec Kepanjen dan Desa Sumber Jaya Kec Gondang Legi. Sementara pada hari berikutnya kegiatan bagi-bagi paket sembako tersebut dilanjutkan di Desa…….
“Semula telah direncanakan 1000 paket sembako yang dibagikan di 3 desa. Tapi biaya untuk berbagai kegiatan peringatan Harkop ke 62 cukup besar. Sehingga paket sembako yang bisa direalisasi di 3 desa itu sejumlah ….. Setiap paket berisi beras, gula, minyak goreng dan susu,” tukas Ibu Yati, Sekretaris Puskowanjati yang mendapat tugas sebagai koordinator panitia bhakti sosial.
Disampaikannya juga dalam sambutannya pada pembagian paket sembako, untuk Desa Sengguru mendapat 259 paket sembako. Sedang untuk desa Sumber Jaya mendapat 307 paket dan Desa….. mendapat… paket. Sedang untuk penyerahan secara simbolis pada masing-masing desa telah dilakukan di Stadion Kanjuruhan saat puncak acara pada 31 Juli. Penyerahan secara simbolis tersebut dilakukan oleh Bp Soekarwo, Gubernur Jatim.
Sedikit gambaran tentang Desa Sengguru yang telah mendapat 259 paket sembako. Desa Sengguru yang terbagi dalam 3 RW dan 24 RT ini dihuni 4.200 jiwa atau sekitar 1000 KK. Diantara jumlah KK tersebut, 193 KK tergolong miskin yang selama ini terdata sebagai penerima BLT. Menariknya, saat ini Desa Sengguru dipimpin oleh Ibu Lilik, istri kepala desa sebelumnya.
Mungkin karena dipimpin seorang perempuan itulah, maka kegiatan PKK didesa ini cukup maju. Hampir seluruh ibu-ibu di desa ini ikut aktif dalam kegiatan PKK. Bahkan dalam kegiatan perkoperasian, PKK desa ini telah mempunyai 300 anggota yang juga sudah melakukan pengelompokan. Pertemuan rutin juga sudah dilakukan setiap bulan disetiap RW. Di pertemuan tingkat RW itulah pembayaran kewajiban dan realisasi pinjaman dilakukan. Itulah sebabnya dalam sambutannya, Ibu Yati menyampaikan bahwa Puskowanjati akan siap memfasilitasi terbentuknya koperasi wanita dengan sistem tanggung renteng didesa ini.
Harkop ke 62
Kabupaten Malang pada tahun ini telah menjadi pilihan tempat pelaksanaan peringatan Harkop ke 62 tingkat Jawa Timur. Pilihan ini dilatar belakangi berbagai hal. “Penentuan lokasi di Malang telah dipertimbangkan atas berbagai usulan. Misalnya, Stadion Kanjuruhan arealnya lebih luas untuk kegiatan bersifat ceremony. Pertimbangan lainnya, berbagai prestasi terkait telah diraih Kabupaten Malang, seperti bupati dan wakilnya peduli koperasi telah mendapatkan penghargaan bhakti koperasi dan Malang menjadi salah satu kabupatan penggerak koperasi di Jatim,’’ ungkap Bp Braman Setyo, Kadis Kop dan UMKM Prop Jatim.
Lebih lanjut juga disampaikan, kegiatan puncak Harkop ini digelar tiga hari berturut-turut mulai 31 Juli sampai 2 Agustus. Selama tiga hari tersebut di Stadion Kanjuruhan digelar pameran produk UMKM dari berbagai daerah di Jatim. Sedang, rangkaian kegiatan lain, semua sudah dilakukan sejak April lalu di seluruh daerah di Jatim. Diantaranya Lomba Koperasi Berprestasi, Lomba Karya Tulis Perkoperasian, Cooperative Edu Challenge jalan sehat, sarasehan dan yang terakhir bhakti sosial. Sedang tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini adalah Memantapkan Peran Gerakan Koperasi dalam Dinamika Perubahan Global.
Dikatakan lebih lanjut dari tema tersebut, terdapat tiga aspek untuk proses perbaikan dan pembinaan perkoperasian di Jatim. Pertama, memperkuat permodalan bagi koperasi dan UMKM yang pada 2009 telah digulirkan dana permodalan dari Diskop dan UMKM Jatim sebesar Rp 10 miliar. Kedua, penguatan jaringan bagi UMKM agar produk yang telah dihasilkan bisa masuk pasar modern, seperti Carrefour, Giant dan Hypermart. Ketiga, perbaikan kualitas SDM koperasi dan UMKM.
Sementara itu Bp Soekarwo, Gubernur Jatim dalam sambutan pada puncak acara menyampaikan bahwa benteng pertahanan perekonomian adalah koperasi. Jika usaha kecil koperasi ini mengalami kemacetan maka akan berpengaruh pada perekonomian dunia usaha. “Ekonomi ini dimotori oleh koperasi. Tentunya, koperasi ini menjadi salah satu bagian pembangunan perekonomian,” katanya.
Disampaikan lebih lanjut dari sekitar Rp 628 triliun uang yang beradar di Jatim pertahun, sebanyak Rp 332 triliun merupakan kontribusi dari Koperasi dan UKM.
Karena itu, sudah menjadi kewajiban dari pemerintah dan negara untuk membantu peningkatan koperasi.
Menurut Bp Soekarwo, perekonomian Jatim bagaikan sebuah piramida. Pada tingkat paling bawah, merupakan penduduk miskin yang sangat lemah dari sisi ekonomi. Secara ekonomi mereka tidak bisa bersaing dengan siapapun. “Jadi masyarakat di tingkat paling bawah dalam piramida ini harus dibantu dengan cara hibah, baik melalui program kesehatan, pendidikan maupun lapangan kerja,” papar Pakde—sapaan lekat Bp Soekarwo.
Sedangkan pada tingkat menengah, adalah koperasi dan UKM. Kekuatan ekonomi kelas menengah ini harus mendapatkan dukungan dan bantuan dari pemerintah dan negara. Kalau tidak dibantu, mereka akan kalah dalam bersaing.
“Di sinilah perlunya kita membantu koperasi,” katanya singkat.
Sedangkan pada tingkat paling atas, adalah para pengusaha kuat. Untuk kelompok ini, pemerintah hanya memberikan fasilitasi melalui berbagai regulasi. “Dengan regulasi ini, kelompok ekonomi kuat tidak akan memonopoli dan akan selalu membantu yang lemah,” jelas mantan Sekdaprov Jatim itu.
Dalam sejarahnya, lanjut Pakde, koperasi dirancang menjadi soko guru perekonomian bangsa. Sebab para pendiri koperasi di zaman dulu menyadari bahwa koperasi merupakan kekuatan ekonomi rakyat, sehingga dirancang menjadi salah satu bangunan ekonomi kerakyatan. “Jadi kalau ada koperasi yang tidak sehat, tugas kita semua untuk membantu agar sehat,” paparnya.
Lebih lanjut dipaparkan, dari data Departemen Tenaga Kerja, sebanyak 98,8 % tenaga kerja bergerak di bidang koperasi dan UKM. Sedangkan yang bekerja di industri besar hanya sekitar 1,2 %. Artinya koperasi dan UKM memiliki kekuatan menyerap tenaga kerja. Inilah yang harus terus dibantu untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi rakyat.
Pada acara Harkop ini, Bp Soekarwo, juga menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri). Penghargaan ini masuk dalam ketegori pemakarsa dan penyelenggara replika logo dengan urutan 3833. Logo gerakan koperasi yang terbuat dari rangkaian rengginang tersebut tingginya 10 m yang menghabiskan 1 ton 2 kw beras ketan. Untuk pengerjaannya melibatkan 30 pengusaha rengginang di Desa Jatigui Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang selama 15 hari. (gt)
Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur dengan badan hukum No: 6068/BH/II/1968.










