Puskowanjati Gelar Pelatihan Telesenter Gelombang II
Pelatihan untuk pengelola telesenter digelar kembali oleh Puskowanjati pada 2 – 4 Pebruari lalu. Sasaran pelatihan ini adalah primer penerima program telesenter tahap kedua. Mereka adalah pengelola telesenter dari Kopwan Mawar Putih – Malang, Srikandi- Prigen , Kencono Wungu – Mojokerto dan Kartini Mandiri – Batu. Tapi dalam pelatihan ini juga ada yang dari primer penerima Telesenter tahap pertama. Mereka dari Kopwan Wanita Mandiri- Cepu dan Citra Lestari – Lawang.
Seperti pelatihan pada penerima telesenter gelombang pertama, mereka diajak untuk lebih jauh mengenal tentang dunia maya. Dalam hal ini mereka dikenalkan tentang manfaat akses internet. Tentu saja tidak hanya teori atau pengajaran dalam kelas, mereka juga diajak untuk mempraktekannya di Telesenter Puskowanjati. Tidak itu saja mereka juga dilatih dalam pembuatan web site walaupun secara sederhana.
Dalam pelatihan selama 3 hari ini mereka juga diberi pelatihan tentang pengelolaan sebuah warnet yang dipandu oleh Tim dari Waroenk Internet. Tim yang terdiri dari 3 personil dan telah berpengalaman dalam mengelola Warnet ini tidak hanya memaparkan tentang berbagai renik pengelolaan warnet tapi juga sampai pada tahap pembuatan bisnis plan. Termasuk bagaimana melakukan chaneling untuk pengembangan selanjutnya.
Chaneling ini tentu saja dibutuhkan, mengingat dalam program telesenter ini, bukan saja sebagai sebuah bisnis warnet. Tapi dalam program telesenter ini juga ada misi pemberdayaan yang diembannya. Karena bagaimanapun, World Bank sebagai founding dari program ini sangat berharap agar telesenter bisa berkembang sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui teknologi informasi. Itulah sebabnya dalam program ini, telesenter juga diwajibkan mengadakan pelatihan secara periodik sesuai dengan kebutuhan masyarkat disekitarnya.
Terkait dengan fungsi sosial dari telesenter tersebut, para pengelola telesenter juga dilatih tentang social interpreneurship. Dengan bekal tersebut diharapkan nantinya para pengelola bisa mengembangkan telesenternya secara mandiri tanpa harus meninggalkan fungsi sosialnya. Disamping itu para pengelola juga bisa mensinergikan semua potensi yang ada didaerahnya untuk pemberdayaan masyarakatnya. Termasuk dalam hal ini turut mengembangkan dan memasarkan produk unggulan yang ada didaerahnya. Untuk itulah telesenter-telesenter Puskowanjati yang sudah berdiri ini akan saling tekoneksi. (gt)










