Membangun Kedekatan dengan Outbond

Dengan kebersamaan, beratnya beban akan terasa ringan dan berbagai permasalahan akan lebih mudah diselesaikan. Tapi permasalahannya bagaimana membangun kebersamaan sebagai satu keluarga besar sebuah koperasi.Kedekatan fisik maupun emosional antar anggota keluarga adalah sebuah kewajaran. Karena interaksi diantara anggota keluarga bisa terjadi setiap saat. Begitu pula dalam satu kelompok tanggung renteng.Kedekatan itu bisa dibangun karena setiap bulan mereka bertemu dalam forum pertemuan kelompok. Lalu bagaimana membangun kedekatan antar anggota dalam sebuah koperasi ? Nampaknya beberapa primer manganggap, outbond bisa sebagai salah satu sarana yang tepat.

Pada Desember lalu misalnya KSU SBW Malang mengajak sekitar 200 anggotanya untuk melakukan outbond di Kaliandra-Prigen yang difasilitasi Puskowanjati. Dengan jumlah peserta yang cukup banyak itu, mereka dibagi menjadi 6 tim. Mereka berlomba mulai pos pemberangkatan hingga pos terakhir untuk menjadi tim terbaik.

Dibawa pohon beringin yang rindang didepan pendopo, itulah  tempat awal dan akhir perjalanan outbond. Pada saat pembentukan tim, dilakukan dengan cara setiap peserta mencari pipet dimana didalamnya tertera nama kelompok. Disinilah masing-masing anggota yang bisa jadi belum saling kenal dan lebih menonjokan rasa keakuannya dipaksa untuk bisa menyatu. Satu kepentingan yang dimunculkan saat itu adalah membentuk tim sesuai dengan kategori yang telah ditentukan.

Proses pembentukan tim ini nampaknya cukup menghabiskan waktu sekitar 20 menit. Saat itu banyak peserta yang kurang memperhatikan insturksi. Akibatnya mereka juga nampak sibuk mencari pipet dan kemudian kebingungan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Begitu pula setelah tim-tim sudah mulai terbentuk, nampak beberapa peserta yang tidak mempedulikan pipet yang dipegang dan langsung begitu saja bergabung pada satu tim. Akibatnya ada tim yang kebanyakan anggota, tapi ada juga yang kekurangan anggota. Akhirnya untuk mempersingkat waktu, jumlah anggota itupun dibagi rata.

Dalam proses selanjutnya, keakuan dan saling tidak kenal tersebut akhirnya melebur menjadi satu rasa kebersamaan sebagai satu tim. Mereka secara bersama-sama memperjuangkan agar timnya menjadi yang terbaik. Suka,- duka, berat – ringan beban yang dihadapi ditanggung bersama. Hal tersebut terbangun sejak mereka membuat lambang, yel-yel hingga berbagai game. Di pos pemberangkatan inilah, antar tim sudah berkompetisi memperebutkan tiket keberangkatan.

Satu per satu tim yang telah berhasil memenangkan game akhirnya diberangkatkan. Berbagai rintanganpun siap menghadang mereka mulai dari pos I hingga pos IV. Perjalanan menuju pos I merupakan yang terberat, karena jalannya terus mendaki menyusuri perbukitan. Namun diperjalanan ini pula peserta bisa menikmati panorama alam yang indah.

Setapak demi setapak, mereka berjalan beriringan menuju setiap pos. sesekali terdengar suara guyonon diantara mereka. Dengan nafas yang ngos-ngosan, akhirnya mereka sampai di Pos I. Disini, mereka dihadang dengan permainan yang didalamnya juga terkandung pemahaman nilai-nilai tanggung renteng. Pemahaman tersebut diperkuat dan diuji pada pos-pos berikutnya. Baru kemudian di pos IV mereka diajak berimajinasi tentang sebuah bangunan yang dicita-citakan. Tidak hanya sampai disitu, mereka juga diminta menuangkan dalam sebuah perencanaan dan mewujudkannya menjadi sebuah kenyataan.

Sayangnya ketika belum semua tim sampai di pos terakhir, hujan mulai turun. Saat itu tim tiga baru sampai di Pos III. Disinilah tim ini diuji nyalinya, untuk meneruskan ke Pos IV atau mencari jalan pintas. Tapi nampaknya tim tiga ini lebih memilih menuju jalan pintas untuk sampai di finis. Sementara tim dibelakangnya, nampaknya lebih gigih dan pantang menyerah, semua pos dilaluinya.

Hujan, meski tidak lebat tapi terus terun. Akibatnya untuk melakukan proses pada tahap terakhir tidak bisa dilakukan. Namun penyatuan rasa sebagai keluarga besar berhasil dibangun dengan digelarnya penanda tanganan semua peserta pada kain sepanjang 9 meter. Saat penanda tanganan itu, Ibu Untari, Ketua SBW Malang melakukan orasi  untuk membangkitkan semangat kekeluargaan dan nasionalisme anggotanya. Tak pelak suasana harupun mulai merasuk. Bahkan beberapa diantaranya ada yang berlinang air mata. Moment tersebut juga untuk menandai kelahiran KSU SBW malang yang kini mencapai usia ke 35.

Berbeda dengan KSU SBW – Malang, Kopwan Dian Wanita – tretes juga mengadakan outbond tapi di Selecta. Outbond yang diselenggarakan pada Nopember lalu itu diikuti 50 peserta. “Organisasi kita terus berkembang aktivitasnya. Sehingga diperlukan kader-kader untuk pengembangan lebih lanjut. Salah satu upaya itu dengan outbond. Harapannya ada peningkatan kualitas SDM kita dalam pengelolaan kelompok. Sehingga Dian Wanita bisa semakin kokoh,” tandas Ibu Kartono, Ketua Kopwan Dian Wanita dalam sambutan pembukanya.

Restoran Selecta yang menghadap ke kolam renang saat itu berubah menjadi basecamp outbond. Seperti biasanya di basecamp inilah semua peserta melakukan  proses pembentukan kelompok hingga memainkan berbagai game. Setelah itu satu persatu tim yang memenangkan game diberangkatkan. Merekapun berjalan beriringan menyusuri kebun apel dan persawahan yang ada disekitar Selecta untuk menuju pos-pos yang harus dilalui. Disetiap pos itu pula, tiap tim diajak melakukan game.

Proses yang terjadi selama perjalanan dan setiap game yang dimainkan diminta untuk dicatat kemudian dipresentasikan setelah mereka kembali ke basecamp. Dari hasil pencatatan proses itulah, tanpa sadar mereka menemukan nilai-nilai tanggung renteng. Hal inilah yang kemudian dipertegas lagi dengan paparan dari Tim Puskowanjati. Sehingga bisa disimpulkan bahwa nilai-nilai tanggung renteng bukan hanya sekedar slogan dalam penerapan sistem tanggung renteng. Tapi nilai-nilai itu memang nyata adanya dan menyatu dalam dinamika kehidupan. (gt)

Add to Google © Copyright 2010 - 2008 PUSKOWANJATI

This entry was posted on Monday, 15 February 2010 at 9:59 am and is filed under Pelatihan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

 

Tulis Komentar

[D] Dewan Koperasi Indonesia Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Malang Dinas KUMKM Prov Jatim [I] Institut Tanggung Renteng [K] Kementrian Koperasi dan UKM Kop. Bhakti Asta Makmur Kopwan Kartika Candra Kopwan Setia Bhakti Wanita [S] Situs Publikasi Telecenter Puskowanjati [W] Wikipedia Koperasi