Kontribusi Srikandi Puskowanjati Untuk Jatim

Mendatangi 4 Kopwan setiap bulan untuk melakukan pendampingan, memang nampak bukan pekerjaan berat. Tapi kalau Kopwan tersebut berada jauh di pelosok desa, tentu hal ini tidak bisa dikatakan ringan. Hal inilah yang dilakukan para Srikandi Puskowanjati.

Pengembangan ekonomi kerakyatan merupakan salah satu solusi yang kini terus dikembangkan pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Oleh Gubernur Jawa Timur, hal tersebut diterjemahkan diantaranya dengan program satu desa satu koperasi wanita (Kopwan).  Program ini juga merupakan salah satu emplementasi dari  slogan “APBD untuk rakyat” yang dipopulerkan saat kampanye Pilgub Jatim oleh pasangan Pak Karwo dan Gus Ipul.

Kalau program ini lebih di focuskan untuk desa, hal itu memang cukup beralasan. Mengingat jumlah penduduk miskin memang lebih banyak berada di pedesaan. Dari data BPS 2008 disebutkan dari jumlah penduduk miskin di Jawa Timur sebesar 6,65 juta jiwa,  65,26% diantaranya berada di pedesaan. Sehingga asumsinya, mengembangkan perekonomian pedesaan akan bisa menjangkau sebagian besar masyarakat miskin.

Untuk pengembangan perekonomian tersebut, Gubernur Jawa Timur nampaknya mengakui lembaga koperasi sebagai sarana yang tepat. Hal ini ditopang pula oleh data yang menyebutkan tentang kiprah koperasi wanita yang dipandang sukses. Walaupun secara kuantitas, koperasi wanita masih dibilang kecil, tapi sangat menonjol dalam kualitas.

“LKM yang dibentuk harus memakai koperasi wanita. Satu kelurahan satu koperasi. Kalo perempuan berdaya imbasnya pada peningkatan kesejahteraan keluarga. Dari keluarga yang sejahtera akan melahirkan generasi penerus yang berkualitas dan ujung-ujungnya negara. Fakta juga menunjukan, usaha yang dikelola wanita ternyata lebih unggul. Meski sampai saat ini prosentase jumlah Kopwan di Jatim masih kesil yakni hanya 1,2 % dibanding jumlah koperasi pada umumnya, Diharapkan keberadaan Kopwan ini nantinya bisa menjadi penggerak perekonomian didesa,” tukas Bp Braman Setyo saat sosialisasi di Puskowanjati September lalu.

Itulah sebabnya Puskowanjati sebagai sekundernya koperasi wanita di Jawa Timur yang telah dikenal dengan sistem tanggung rentengnya menjadi pilihan untuk melakukan pendampingan. Karena memang kiprah dari Puskowanjati maupun beberapa primernya juga sudah cukup dikenal bukan saja ditingkat regional tapi nasional. “Kalau semua primer anggota Puskowanjati yang jumlahnya 46 Kopwan bisa diturunkan itu akan lebih baik. Karena sebarannya diseluruh Jawa Timur,” ujar Pak Braman Setyo, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim.

Puskowanjati memang sekundernya koperasi wanita di Jawa Timur yang menerapkan sistem tanggung renteng. Tapi keberadaan primer anggota Puskowanjati masih belum merata disetiap wilayah. Beberapa wilayah seperti Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan, Bojonegoro dan Tuban masih belum ada primer anggota Puskowanjati. Begitu pula untuk wilayah Madura, Primer Puskowanjati baru ada di Bangkalan dan Sumenerp.

Kualitas primer-primer anggota Puskowanjati juga tidak merata. Ada yang anggotanya sudah ribuan tapi ada juga yang masih ratusan. Kualitas SDMnya juga demikian. Sehingga masih ada beberapa primer yang belum memungkinkan untuk bisa dilibatkan dalam program pendampingan. Kondisi ketidak merataan inilah yang kemudian juga menyulitkan dalam pembagian wilayah pendampingan. Sehingga tidak mengherankan bila ada beberapa primer yang wilayah dampingannya sampai lintas kabupaten. Setidaknya dalam hal ini terdapat 8 primer yang harus melakukan pendampingan lintas wilayah.

Untuk SBW Surabaya menurunkann 168 kadernya untuk terjun ke berbagai daerah. Kopwan yang berada di Surabaya ini harus menjangkau wilayah Surabaya, Gersik, Sidoarjo, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Pamekasan, Sampang dan Magetan. Demikian juga dengan Waspada Surabaya yang menurunkan 128 kadernya. Mereka diturunkan di wilayah Surabaya, Gersik, Jombang, Bojonegoro, Tuban, Pamekasan, Bangkalan dan Sampang.

Sedang SBW Malang menurunkan 72 kadernya. Mereka diterjunkan diwilayah Malang Kota, Kabupaten Malang, Kab Blitar, Kota Blitar, Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek, Magetan dan Kab Madiun. Untuk Citra Lestari Lawang juga menurunkan 74 kadernya. Mereka diterjunkan di Kab Malang, Kab Blitar, Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek, Kab Madiun, Ponorogo dan Pacitan.

Tak ketinggalan BAM-Malang juga menurunkan 18 kadernya untuk diterjunkan di Malang kota dan Kab Blitar. Sedang Citra Kartini Sumber Pucung menerjunkan 74 kader untuk wilayah Kab Malang, Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek, Kab Madiun, Ponorogo dan Pacitan. Sementara Kartika Chandra –Pasuruan yang menurunkan 71 kader ditempatkan di Pasuruan Kota, Probolinggo, Lumajang, Jember dan Bondowoso.

Diwilayah timur ada Wanita Hemat Probolinggo yang menerjunkan 24 kader di Kabupaten dan kota Probolinggo, Lumajang, dan Jember. Sedang Sekar Kartini Jember menurunkan 61 kader di wilayah Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso dan Jember.

Karena wilayah jangkauannya lintas daerah, tentu saja apa yang dilakukan para kader tersebut tidak bisa dikatakan ringan. Dengan kompensasi biaya Rp 600 ribu per kader per bulan mereka harus terjun ke pelosok desa yang jauh dari tempat tinggalnya. Mereka juga harus berhadapan dengan komunitas yang sama sekali belum pernah dikenalnya.

Lelah akibat perjalanan jauh ditambah dengan kelelahan pikir karena harus melakukan pendampingan yang didalamnya tentu banyak persoalan yang harus dipecahkan. Itulah yang dialami para kader pendamping dari berbagai primer anggota Puskowanjati. Tapi niat sudah ditanamkan, semangat sudah dikobarkan maka pantang bagi Srikandi Puskowanjati untuk kembali. Satu tujuan mulia yang diemban yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. Selamat berjuang Srikandi-Srikandi Puskowanjati. Enkau pantas menyandang gelar pahlawan koperasi yang berjuang untuk masyarakat agar terentas dari kemiskinan. Inilah kontribusi kita sebagai keluarga besar Puskowanjati kepada Jawa Timur.(gt)

Add to Google © Copyright 2010 - 2008 PUSKOWANJATI

This entry was posted on Monday, 15 February 2010 at 10:00 am and is filed under Berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

 

Tulis Komentar

[D] Dewan Koperasi Indonesia Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Malang Dinas KUMKM Prov Jatim [I] Institut Tanggung Renteng [K] Kementrian Koperasi dan UKM Kop. Bhakti Asta Makmur Kopwan Kartika Candra Kopwan Setia Bhakti Wanita [S] Situs Publikasi Telecenter Puskowanjati [W] Wikipedia Koperasi