Usaha
Pelayanan
I. Pembinaan dan Pelatihan
Untuk penguatan primer anggota, Puskowanjati melakukan :
- Kunjungan setiap bulan ke primer untuk melakukan pembinaan dan konsultasi.
- Mengadakan pelatihan bagi pengurus primer maupun anggota primer.
- Melakukan audit bagi primer anggota yang membutuhkan.
- Mengadakan lokakarya maupun diskusi antar primer.
- Menemukan hal baru untuk melakukan langkah penyesuaian dengan perkembangan gerakan koperasi maupun dunia diluar koperasi.
II. Menunjang permodalan primer
Pemberian pinjaman kepada primer anggota, disamping sebagai bentuk pelayanan juga merupakan usaha yang dimiliki Puskowanjati untuk pembiayaan sebagai skunder.
III. Pelatihan Selain Anggota
Puskowanjati juga mengadakan pelatihan perkoperasian dan system tanggung renteng kepada pihak lain diluar anggota Puskowanjati.
Tanggung-Renteng
Ada 2 fungsi yang harus dilakukan koperasi yakni sebagai lembaga usaha dan lembaga pembelajaran bagi anggotanya. Sebagai lembaga usaha, koperasi harus bisa mempertahankan dan mengembangkan assetnya. Dan pada akhirnya juga adan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pada anggota. Sementara angota agar lebih berdaya dan mandiri sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan.
Untuk menjawab 2 fungsi lembaga koperasi itu, Puskowanjati telah mengembangkan sistem tanggung renteng untuk primernya. Dan terbukti dengan menerapkan sistem tanggung renteng, menjadikan primer anggota Puskowanjati bisa tumbuh dan berkembang lebih baik. Disamping itu anggota primer yang terhimpun dalam kelompok bisa lebih berdaya. Anggota akan mempunyai rasa kebersamaan, kepedulian, kedisiplinan, tanggung jawab dan rasional. Hal inilah yang menjadi jaminan bahwa pinjaman yang diberikan pada anggota akan aman.
Sedang definisi tanggung renteng menurut Puskowanjati adalah tanggung jawab bersama diantara anggota disatu kelompok, atas segala kewajiban terhadap koperasi dengan dasar keterbukaandan saling mempercayai.
Untuk itu syarat utama dalam sistem tanggung renteng, anggota harus terhimpun dalam kelompok. Dan sebagai bukti keberadaan kelompok itulah akan terjadi proses pelaksanaan hak dan kewajiban. Disamping itu semua proses pengambilan keputusan dalam kelompok harus melalui musyawarah. Karena apapun yang diputuskan akan menjadi tanggung jawab seluruh anggota kelompok.
APLIKASI
Adapun komponen yang ada dalam pertemuan kelompok agar sistem bisa berproses adalah sebagai berikut :
- Kehadiran, yang ditandai dengan mengisi daftar hadir dan anggota mengikuit prosesi pertemuan kelompok hingga tuntas.
- Musyawarah, dilakukan dalam setiap pengambilan keputusan pada pertemuan kelompok. Musyawarah dinyatakan sah bila di hadiri minimal 50% + 1 dari jumlah anggota kelompok. Keputusan tersebut berkatin :
- Penerimaan Anggota.
- Mengeluarkan Anggota.
- Pengajuan Pinjaman.
- Pengambilan keputusan terhadap permasalahan kelompok dalam hal ini terkait dengan adanya kewajiban yang tak terbayar dan pembuatan aturan kelompok. - Membayar Kewajiban, dalam hal ini berupa simpanan pokok, simpanan wajib, angsuran pinjaman. Dan bila ada anggota yang tidak membayar maka seluruh anggota kelompok berkewajiban menanggulangi.
- Notulen, berisi tentang kejadian selama pertemuan kelompok berlangsung. Notulen pertemuan bulan sebelumnya dibaca pada pertemuan bulan berikutnya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga konsistensi dan tanggung jawab anggota terhadap apa yang telah diputuskan. Selain itu notulen digunakan juga sebagai rujukan manakala kelompok mengalami masalah.
- Tanggung Jawab, semua keputusan kelompok menjadi tanggung jawab seluruh anggota kelompok. Untuk itu reward dan punishment harus jelas dan tegas dilaksanakan.
Bila semua komponen tersebut bisa dijalankan secara konsisten maka akan dapat meningkatkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kejujuran, keterbukaan, kepedulian yang kesemuanya itu akan memupuk rasa kebersamaan diantara anggota.




